Rabu, 28 November 2007

4 LANGKAH MENUJU KEMENANGAN


Nats : I Samuel 17: 1-58


by Soejono W

Daud dan Goliath

Siapa yang tidak pernah mendengar cerita terkenal mengenai Daud melawan Goliath di I Samuel 17: 1-58 ini ? Dari mulai sekolah minggu sampai kebaktian di gereja pun, cerita terkenal ini begitu sering dibawakan, bahkan bagi beberapa orang dapat menimbulkan kebosanan.
Bacalah kembali I Samuel 17:1-58, disana saat orang-orang Filistin menurunkan panglima perang mereka yaitu Goliath, yang tingginya lebih dari 3meter. Sungguh2 luar biasa besar dan tinggi. Bagaimana tidak gentar orang-orang Israel saat menghadapi Goliath ini. Alkitab mencatat bahwa Saul dan seluruh pasukannya gentar dan ketakutan menghadapi Goliat ini.
Tapi Daud yang saat itu baru saja pulang dari menggembalakan domba datang menghadapi Goliath hanya dengan membawa batu kali dalam kantung nya dan saat Goliat maju dengan segenap perlengkapan perangnya yang luar biasa, Daud mengumban batu kali tersebut dan mengenai kepala Goliat yang mati terkapar saat itu juga oleh sebuah batu kali yang menancap di kepalanya.

Beberapa hari yang lalu, seorang teman saya menceritakan suatu masalah besar yang dihadapinya, begitu besarnya masalah itu dihadapannya sampai dia merasa gentar, sendirian dan tidak tahu harrus berbuat apa. Seperti tidak ada jalan keluar buat dia. Saat itulah juga saya teringat bagaimana rasanya bangsa Israel yang ketakutan menghadapi Goliat. Dalam kehidupan kita terkadang atau mungkin sering sekali kita menghadapi Goliat-Goliat besar yang rasanya sulit sekali untuk dikalahkan, entah itu permasalahan keuangan, permasalahan keluarga, permasalahan pekerjaan dan lain2 nya seakan2 adalah tembok besar yang harus kita kalahkan ?
Saat saya membaca Kisah Daud dan Goliat itu, Tuhan menunjukan kepada saya 4 Langkah menuju kemenangan menghadapi Goliat-Goliat dalam hidup kita.


Langkah 1 : Lepaskan semua kekuatan manusia kita

Saat Saul tahu bahwa Daud bermaksud menghadapi Goliat, ia memberikan kepada Daud semua perlengkapan perang yang dipakai ditubuhnya kepada Daud (I Sam 17:38-39). Baju perang Saul adalah baju perang seorang raja, baju perang seorang raja berbeda dari baju perang prajurit biasa, Saul memberikan pakaian perang terbaiknya kepada Daud, yaitu baju zirah, ketopong raja. Semua yang dimata manusia adalah yang terbaik untuk berperang dan menghadapi musuh. Tapi semuanya itu tidak cocok di tubuh Daud, dan Daud memutuskan untuk maju berperang menghadapi Goliat tanpa perlengkapan perang manusia.
Langkah pertama yang dilakukan oleh Daud ialah melepaskan semua kekuatan manusianya, Goliat begitu luar biasa, alkitab mencatat ia selain besar juga memenggunakan perlengkapan perang yang lengkap dan luar biasa. Orang-orang israel mungkin melihat Daud muda begitu bodohnya, maju menghadapi Goliat tanpa perlengkapan apa2. Bahkan sebelumnya Saul sudah berkata kepada Daud : "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."
Jelas dengan kekuatan manusia kita tidak mungkin menghadapi Goliat besar dalam hidup kita, karena itu langkah pertama yang kita lakukan untuk menuju kemenangan adalah lepaskan semua kekuatan manusia kita, kita tidak mungkin bisa menghadapi semua permasalahan di depan kita jika kita masih terus mencoba melawan dengan kemampuan sendiri, tetapi kita harus biarkan Allah yang bekerja. Bahkan tahapan inilah yang tersulit karena Allah akan memproses kita sampai kita benar2 melepaskan semua kekuatan manusia di dalam kita. Mungkin kita akan mengalami beberapa hal2 berat lagi, tetapi ini adalah suatu proses yang Allah kerjakan supaya kita menanggalkan semua kekuatan manusia kita.
Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Langkah 2 : Maju berperang

Saat Daud tahu ia harus menghadapi Goliat, ia tidak lalu duduk dan berdoa dan meratap memohon supaya Tuhan sendirilah yang kemudian menghajar Goliat. Daud tahu ia walaupun berperang atas nama Allah yang hidup, ia tetap harus maju ke tengah-tengah medan pertempuran menghadapi Goliat. Alkitab mencatat bahwa Daud maju mendekati Goliat (I Sam 17: 40b). Saat Daud maju Goliat menghina Daud karena dilihatnya Daud itu masih muda dan kemerah2an wajahnya. Lalu apakah Daud lari mundur sambil menangis, Tuhan tolong hajar Goliat ? Tidak, Alkitab mencatat bahwa Goliat itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui Goliat (I Sam 17:48).
Langkah kedua menuju kemenangan adalah Maju Berperang. Tidak sedikit anak Tuhan yang saat menghadapi Goliat hanya sibuk meratap, berdoa, memohon kepada Tuhan, tetapi lupa untuk maju berperang seperti Daud. Goliat yang ada dihadapan kita, yaitu masalah yang dihadapan kita, tetap harus kita hadapi tidak mungkin masalah itu hilang begitu saja tanpa ada kegerakan, Tuhan akan menyalurkan kekuatannya melalui kita, melalui tindakan kita.
Saya punya teman yang ada masalah dengan orang tuanya, dimana orang tuanya sulit sekali rasanya berkomunikasi dengan dia, jarang sekali mereka bercakap2 seperti layaknya keluarga. Dia bercerita bahwa setiap malam dia berdoa supaya Tuhan pulihkan keluarganya, supaya Tuhan bekerja, doa puasa pun sudah dilakukannya. Lalu ? tidak ada perubahan tetap, saat saya tanya, sudahkah kamu sendiri mencoba untuk mengadakan perubahan di rumah, mencoba mengajak orang tua nya untuk bercakap2 dan lain ? Dia menjawab belum, sebab dia takut akan gagal dan tertolak nantinya oleh orang tuanya. Lalu bagaimana Tuhan bisa bekerja, kalau kita tidak menjadi saluranNya ?
Jika kita ingin melihat Tuhan bekerja, maka kita harus siap juga untuk maju bergerak, berperang, tidak diam ditempat dan hanya berharap bahwa secara tiba2 terjadi mujizat atau perubahan begitu saja. Tuhan bisa saja menghajar Goliat begitu saja dengan mudah tanpa Daud sekalipun, tetapi Tuhan mau Daud maju ke depan untuk berperang, karena Tuhan hendak menyalurkan kuasaNya melalui Daud.
Saat kita putuskan untuk berperang melawan goliat-goliat atau masalah2 dalam hidup kita, maka Tuhan juga menghendaki agar kita mulai bertindak, sebab melalui tindakan kita lah Tuhan akan bekerja. Walaupun ejekan dan cemoohan akan datang saat kita memutuskan untuk bergerak, janganlah mundur tetap maju seperti saat Daud dicemooh oleh Goliat. Tuhan bisa dengan mudah menghapuskan masalah2 hidup kita, tapi kita tidak akan pernah belajar untuk berperang bersama Dia, sebab Dia mengasihi kita dan ingin kita mendapatkan pelajaran lebih dalam berperang bersama Dia. Pelajaran apakah itu ? Yaitu ada dalam langkah ketiga.

Langkah 3 : Berperang dengan kekuatan Allah

I Sam 17:46-47 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Saatnya maju berperang adalah saat-saat yang paling berat dan menakutkan, mengapa ? kita sudah tidak punya lagi kekuatan manusia di dalam tubuh kita, tetapi kaki kita sudah melangkah maju dan di hadapan kita ada Goliat besar. Saatnya lah iman bekerja, saatnya lah kita mengandalkan kekuatan Allah 100%. Iman adalah kunci Daud maju menghadapi Goliat. Apa itu Iman ?
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Apakah yang diharapkan Daud saat itu ? Mengalahkan Goliat. Adakah buktinya secara penglihatan manusia bahwa Daud yang muda, tanpa perlengkapan perang apa-apa dapat mengalahkan Goliat yang besar tinggi dengan perlengkapan perang luar biasa ? Tidak mungkin secara manusia.
Tetapi itulah iman, keyakinan bahwa Allah akan bekerja diluar kemampuan kita.
Apa yang kita harapkan saat ini ? Mengalahkan masalah2 yang ada di dalam hidup kita tentunya, dengan iman kita kepada Allah kita maju berperang seperti Daud, iman dan keyakinan bahwa Tuhan akan mengalahkan goliat itu dihadapan kita dan membuat kita terbebas dari masalah berat kita ini.
Bagaimana mendapatkan Iman seperti Daud ? Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Sebelum maju berperang Daud telah memiliki iman yang besar untuk bisa mengalahkan Goliat, dari mana kita tahu ? I Sam 17:34-37 mencatat perkataan Daud bahwa Tuhan telah terbiasa melepaskan dirinya dari cakar singa dan cakar beruang saat ia menjaga domaba2nya. Iman adalah sesuatu yang harus kita latih, bagaimana melatihnya ? Paulus berkata Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus. Jika kita saja malas untuk membaca Firman Tuhan bagaimana mungkin kita bisa menumbuhkan iman dari dalam diri kita, sebab iman adalah senjata terbesar saat kita menghadapi tantangan2 yang mustahil seperti seorang goliat. Iman Daud tersirat dalam I Samuel 17:37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.
Saat Daud mempraktekan semua ini, dia maju mengalami kemenangan menghadapi Goliat, ia melepaskan semua kekuatan manusianya, ia bergerak untuk maju, tidak hanya berdiam diri dan meratap, kemudia ia berperang dengan iman, bahwa Allahlah yang akan mengalahkan Goliat saat ia maju berperang. Tapi bukan sampai disitu saja Daud selesai. Ia memasuki Langkah ke 4

Langkah 4 : Mengembalikan Kemuliaan kepada Allah

Kemenangan Daud tidak akan ada artinya jika kemuliaan Allah akhirnya tidak ditegakan. Mengapa langkah 1 sampai 3 harus tetap ada ? Karena semuanya itu untuk ditunjukan kembali kepada kemuliaan Allah, tidak sedikitpun sejak awal Daud berusaha mencuri kemuliaan Allah, saat berperang menghadapi Goliat, Daud tidak pernah berkata “ Aku akan mengalahkan engkau dengan kekuatan ku, karena aku kamu akan binasa” , tetapi coba baca apa yang Daud katakan :
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Saat kita memperoleh kemenangan dengan tidak melepaskan semua kekuatan manusia, berperang dengan iman, maka nama Kristus lah yang layak ditinggikan, jangan sekalipun kita mencoba mencuri kemuliaannya biarlah namaNya yang ditinggikan diatas goliat-goliat yang telah dikalahkan

Seberat apapun goliat2 yang ada dalam kehidupan kita, yakinlah bahwa kita sanggup mengalahkan semuanya itu seperti Daud yang berperang mengandalkan Allah. Mungkin masalah kita begitu besar, seakan tidak ada jalan keluar, tetapi Allah kita lebih besar dari segala sesuatunya yang ada di dunia ini, semua masalah kita harus kita hadapi bersama2 dengan Dia. Duduk berdoa dan meratap adalah baik tetapi Tuhan juga menghendaki supaya kita bertindak, bukan menunggu, sebab Tuhan mengasihi kita dan ingin kita bersama2 dengan Dia melalui semua permasalahan itu sampai akhirnya menuju kemenangan untuk kemuliaan NamaNya.



Tidak ada komentar: